Live Casino Baccarat_Gaming industry_Real Money Gambling Site

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Bookmakerwebsite

SakBaccarat official websiteinBaccarat official websiteg lelahnya memikiBaccarat Baccarat official websiteofficial websiterkan permasalahan hubungan kalian dengan orang tua, kamu dan dia jadi sering uring-uringan dan saling menyalahkan. Kadang, kalian merasa lelah dan merasa harus menyudahi hubungan ini.

Duh, sama aja. Endingnya tetap aja nggak boleh.

Lucu-lucu banget komennya :))

Rasa nyaman dan cinta membuat kalian tetap bertahan. Kamu punya keyakinan kalau suatu saat nanti hubungan kalian direstui oleh semesta, kalian pun akan lebih mudah menghadapi segala ujian. Lebih baik diuji di awal dari pada nanti kalau sudah berjalan lebih serius.

Mulai dari kakak sampai om dan tante, semua berusaha ngobrol sama orang tua kamu agar luluh hatinya. Tapi, tetap saja mereka masih dingin.

Di awal, kamu mengatakan jalani aja dulu dan berpikir ini nggak akan bertahan lama seperti hubungan yang sudah-sudah. Eh lama-lama, kamu justru merasakan kenyamanan bersamanya. Terlepas dari pikiran kalian belum dapat restu, kamu menemukan banyak kecocokan bersama dia. Kalau seperti ini mau pisah rasanya susah. Kalian pun memilih untuk jalan diam-diam alias backstreet.

Di saat saudara-saudara kamu bisa bebas membawa pacar-pacar mereka ke acara keluarga, kamu harus menerima kenyataan bahwa kamu nggak bisa seperti mereka.

Cinta yang belum direstui orangtua memang pelik. Sampai-sampai ini dibahas di mig.me lewat postingan ini. Mau lihat seberapa kocak dan serunya pendapat-pendapat netizen di mig.me lewat klik gambar di bawah ini!

Konsekuensinya, hubungan kalian nggak bisa seperti yang lainnya. Kamu sering sirik ketika ada teman yang bisa dengan mudah liburan sama pacarnya, lalu foto-foto mereka dipasang di sosial media. Sementara kamu kalau mau posting foto berdua harus di-private dulu sehingga yang tahu cuma orang-orang yang mendukung hubungan kalian aja.

Lagi-lagi cinta membuat kalian tetap ingin bersama. Walau berat, kalian (masih) ingin berjuang.

“Jalani aja dulu, kan belum tahu juga bakal jadi apa enggak…”

“Masih kuat nggak jalanin hubungan yang belum direstuin orang tua?”

Bapak: Begini, Nak… Kamu itu harus memikirkan yang terbaik buat kamu bukan hanya sekedar senang-senang saja. Bibit, bebet, bobot… blablabla

Kamu sering berpikir banyak hal tentang kebebasan, kadang sampai bawa-bawa HAM segala. Duh!

Ada yang nggak tahu permasalahan hubunganmu dan ada juga yang tahu persis tentang itu. Tahu atau nggak tahu mereka tetap sering nanya tentang kelanjutan hubungan kalian. Mereka yang sudah tahu sengaja menanyakan untuk bahan lucu-lucuan. Kamu pun ikut tertawa bersama mereka ketika melihat tampang kalian yang kebingungan menjawab. Padahal, dalam hati rasanya ingin menangis.

Kalau yang “pro” denganmu membantu dengan berusaha ngobrol dengan orang tua, tapi kalau yang “pro” dengan orang tuamu mereka membantu dengan caranya sendiri. Mereka membantu dengan mengenalkanmu dengan orang lain yang kira-kira akan direstui oleh orang tuamu.

Waktu ke nikahan teman, waktu menjenguk liharan anaknya teman, kalian nggak sengaja ngomongin rencana hubungan kalian ke depannya. Ingin pernikahan seperti apa atau ingin anak berapa, tapi tiba-tiba kembali terdiam begitu mengingat bahwa untuk menempuhnya kamu masih harus berjuang panjang.

kamu: Enaknya cowok kamu bisa hangout sama papa kamu.

“Kenapa sih sudah gede masih di atur-atur?”

Cinta memang datangnya nggak bisa ditebak. Di antara kamu, pasti ada yang merasa jatuh cinta sama orang yang salah. Kenapa? Soalnya, kamu tahu bahwa cinta kamu itu nggak bakal dapat restu dari orang tuamu. Sementara, di dalam pernikahan di Indonesia, restu orang tua itu seperti restu Tuhan. Mau berpisah tapi sudah kadung cinta, mau melangkah tapi nggak berani menyakiti orang tua. Dilema! Yang sabar ya, Hipwee tahu betul kok apa yang kamu rasakan.

Putri: Oh, dia lagi nemenin papa aku mancing gitu.

Bertemu dengannya, dia langsung mencuri perhatianmu. Meski demikian, kamu mencoba menjaga jarak karena kamu tahu hubungan kalian akan mendapat kendala dari orang tua. Semakin jaga jarak, eh kamu dan dia malah semakin akrab. Dia yang sedari awal mencuri perhatianmu pun saat ini berhasil mencuri hatimu. Kamu pun mencoba menghibur diri sendiri,

“Coba aja aku tinggal di luar negeri yang bebas…”

Segala cara sudah kamu coba tapi belum juga membuahkan hasil. Berpisah pun kalian tak mampu. Yang bisa dilakukan hanyalah pasrah kepada yang mengatur semesta.

“Dari umur 17 aja udah boleh memilih presiden buat negara sendiri, tapi ini umur 25 milih pendamping hidup sendiri aja nggak bisa!”

kamu: Lho emang Putra ke mana kok nggak ikut?

kamu: Jadi gini, Pak… Saya kan ya sudah cukup berumur…