Ka「bet365 mobile version」sus Kanker Payudara Terus Meningkat, YKPI Adakan Simposium se

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Bookmakerwebsite

Sementabet365 mobile versionra untuk di 11 nebet365 mobile versiongara Asia Tenggara sendiri, bet365 mobile versionPrevalensi kasus baru kanker payudara mencapai 1bet365 mobile version58.939 kasus dan telah menyebabkan 58.616 kematian.

Baca juga: 5 Cara Mencegah Kanker Payudara yang Wajib Diketahui

Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI), Linda Agum Gumelar mengatakan, perhatian khusus terhadap kanker payudara ini tidak boleh luput, meskipun pandemi Covid-19 memang belum selesai teratasi di dunia, terutama di Indonesia saat ini.

Melihat kondisi prevalensi kasus kanker payudara yang terus meningkat, YKPI akan menyelenggarakan Southeast Asia Breast Cancer Symposium (SEABCS) ke-5 pada tanggal 31 Juli dan 1 Agustus 2021.

Sedangkan, Indonesia menempati urutan pertama prevalensi atau jumlah insiden kasus baru kanker payudara di dunia.

Baca juga: Mengenal Kanker Payudara: Penyebab, Gejala, hingga Cara Deteksi Dini

Dari jumlah insiden seluruh kanker yang ada yaitu sekitar 396.914 kasus, jumlah insiden kanker payudara di Indonesia mencapai 65.858 kasus.

”Melihat jumlah kejadian kanker payudara yang terus meningkat, SEABCS 2021 menjadi ajang yang teramat penting untuk mengimbau Pemerintah negara-negara Asia Tenggara dalam memperketat pengendalian penyakit kanker payudara,” kata Linda.

Berdasarkan, data Globocan 2020 menunjukkan, terdapat 261.419 kasus baru kanker payudara dengan 684.996 kematian di seluruh dunia. 

KOMPAS.com - Bersamaan dengan melonjaknya kasus Covid-19, para ahli juga  mengkhawatirkan kasus kanker payudara yang terus meningkat, dan membutuhkan kolaborasi seluruh negara di asia.

Linda mengatakan, bahwa penyelenggaraan SEABCS 2021 ini sebagai imbauan negara-negara Asia Tenggara untuk memperkuat pengendalian kanker payudara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

SEABCS digelar dalam rangka pengendalian, untuk mendapatkan regulasi yang baik, agar setiap negara bisa keluar dari permasalahan peningkatan kasus kanker payudara.

"Meski di tengah pandemi seperti saat ini, kita mengharapkan adanya perhatian khusus terhadap pengendalian penyakit kanker payudara, agar tidak terjadi keterlambatan pengobatan," kata dia dalam pengumuman penyelenggaraan Southeast Asia Breast Cancer Symposium (SEABCS), Kamis (22/7/2021).