Catat, Ini Gejala dan Penyeb「Baccarat Probability Table」ab Kucing Sembelit

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Bookmakerwebsite

Kucing BBaccarat Probability Tableaccarat Probability TableBaccarat Probability Tableanda mungkin mengejan, tetapi tidak bisa buang air besar sama sekali. Menunjukkan ketidaknyamanan di kotak pasir juga bisa menjadi tanda masalah saluran kemih yang serius. Jadi, Anda harus menghubungi dokter hewan jika melihat tanda-tanda ini.

Kucing sembelit mungkin memiliki tinja yang sangat kering dan keras. Anda mungkin menemukan kotoran ini di luar kotak pasir karena ketidaknyamanan saat mencoba mengeluarkan kotoran sehingga menyebabkan kucing meninggalkan kotak kotoran sebelum benar-benar selesai. 

Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut ini gejala dan penyebab kucing sembelit. 

Melansir dari PetMD, Jumat (9/7/2021), jika kucing buang air besar dengan kotoran yang kering, keras, dan mengejan saat mencoba buang air besar, dianjurkan mengunjungi dokter hewan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Baca juga: Hati-hati, Ikan Cupang Juga Bisa Alami Sembelit

JAKARTA, KOMPAS.com - Sembelit atau sulit buang air besar adalah salah satu masalah kesehatan paling umum yang terkait dengan sistem pencernaan hewan peliharaan, salah satunya kucing.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Baca juga: 5 Manfaat Bunga Kasturi, Mengatasi Sembelit hingga Mengobati Diabetes

Sembelit ditandai dengan tinja yang jarang atau sulit dikeluarkan. Kebanyakan kucing akan buang air besar setiap 24-36 jam.

Namun, jika kucing jarang buang air besar dan mengalami kesulitan, kemungkinan kucing mengalami sembelit.

Meski ada beberapa variasi normal, jika sudah lebih dari 48-72 jam tidak buang air besar, Anda harus menghubungi dokter hewan. Berikut gejala sembelit pada kucing. 

Tanda-tanda ketidaknyamanan lainnya dapat berupa bersuara atau mengejan saat menggunakan kotak pasir atau keluar-masuk beberapa kali sebelum menggunakannya.

Baca juga: Kucing Sembelit: Penyebab, Gejala, dan Cara Menanganinya

Biasanya, kotorannya berwarna cokelat pekat dan seharusnya terlihat terbentuk dengan baik. “Kotoran yang sehat memiliki kelembapan yang cukup sehingga kotoran akan menempel padanya,” kata Dr. Liz Bales, VMD.