7 Ala「Betting Handicap」san Mengapa Kucing Menjadi Agresif

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Bookmakerwebsite

Telinganya akan rata ke belakang, dia akan mendesis dan pupil matanya akan membesar. Mencoba mendekati kucing dalam kondisi ini berisiko menimbulkan reaksi agresif, bukan karena kucing tidak menyukaimu, tetapi karena dia berada di tengah-tengah reaksi panik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Seekor kucing yang ketakutan akan merespons dengan bahasa tubuh yang jelas terlihat oleh pengasuh kucing yang berpengalaman. Dia akan menoleh ke samping dan membusungkan ekor dan bulunya agar terlihat lebih besar.

Dilansir dari Catster, Selasa (13/7/2021), kucing yang kesakitan akan merespons dengan mendesis dan memukul saat area sensitifnya disentuh.

Untuk itu, setelah kucing berkelahi atau jatuh dan mengalami kecelakaan lain, ada baiknya kamu melakukan pengecekan pada tubuh kucing. Jika melihat ada yang janggal, dan tidak yakin apa penyebabnya, kamu bisa membawanya ke dokter terdekat. 

Baca juga: Jangan Panik, Ini Penyebab Kucing Mengeong di Malam Hari

Jika kamu melihat dua kucing berkelahi, jangan campur tangan secara fisik karena hampir pasti akan menjadi sasaran agresi kucing.

Kucing yang tidak dimandulkan atau dikebiri cenderung lebih agresif. Kucing jantan khususnya secara biologis terhubung untuk bertarung dengan kucing jantan lainnya ketika betina sedang berahi.

JAKARTA, KOMPAS.com-- Perubahan perilaku kucing seringkali membuat kita merasa bingung. Kucing yang tadinya lembut bisa saja berubah menjadi agresif.

Perilaku agresif bisa berupa desisan, geraman dan jeritan kucing. Si Manis juga bisa lebih agresif lagi dengan mencakar hingga menggigit.