Live entertainment_Indonesian Gaming Company_Betting website platform

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Bookmakerwebsite

MesBetting platform websitekipBetting plBetting platform websiteatform websiteuBetting platform websiten kebersamaan dengan pasangan itu menyenangkan. Setiap orang termasuk kamu pasti punya hobi yang nggak kalah menyenangkan. Hobi yang bisa membuamu lupa segalanya termasuk pasangan. Hobi yang sebenanya jadi gambaran sisi lain dari dirimu, baik karakter atau alasan kenapa penampilanmu bisa senyentrik ini. Ini yang jangan sampai kamu relakan begitu saja. Hobimu yang membentuk karaktermu, jangan sampai kamu membuang jauh-jauh hal tersebut.

Mau dengan alasan apapun, pasanganmu tetap tak berhak menghentikan cita-citamu. Toh selama cita-cita itu membawa kebaikan untuk kamu, keluarga, lingkungan bahkan dia, harusnya sebagai pasangan dia mendukungmu. Toh masa depanmu aslinya belum tentu ada di tangan pasanganmu yang sekarang. Siapa yang tahu bagaimana hubunganmu ke depannya? Masih lanjut atau terpaksa berhenti di tengah jalan?

Kalau memang kamu malas untuk memperdebatkan hal seperti ini. Ada baiknya kamu mengantisipasi hilangnya ranah pribadimu dengan menggunakan ponsel yang punya Privacy System sebagai fitur security yang bisa diandalkan seperti Advan A8. Privacy System ini memungkinkan kamu untuk membuat semacam “bilik rahasiaBetting platform website” dalam ponselmu. Di sana, kamu bisa menyimpan aplikasi, foto, pesan, video, contact, dan segala file yang ingin kamu simpan sendiri. Bilik ini dapat diakses dengan dialer plate yang kodenya hanya diketahui oleh kamu. Bahkan di Advan A8 ini, Privacy System bisa dibuat dengan dua kode yang berbeda lho. Satu kode untuk real privacy room, satu lagi untuk shadow privacy room alias ruang rahasia palsu. Dobel amannya~

Privasi jadi hal yang paling rentan untuk direlakan. Ada saja alasan yang dibawa, demi membangun kepercayaan lah, milikku itu milikmu lah, sampai supaya perasaan pasangan tenang. Sementara hubungan yang dewasa harusnya tak mengurangi privasi masing-masing. Justru kamu atau dia harus saling menghargainya.

Sebab keluarga akan tetap jadi prioritas utama, sedari kecil kamu sudah ditemani mereka. Lalu teman, kalau ada apa-apa dengan hubungan kalian, bukankah mereka yang kamu cari untuk bisa menenangkan hati? Jangan sampai juga sindiran, “dunia serasa milik berdua” dengan nada sinis menghampiri telingamu. Sementara hubungan dengan keluarga dan teman jadi merenggang.

Punya cowok yang memperlakukanmu bak putri, atau melakukan banyak kegiatan bersama pasangan jelas menyenangkan. Tapi kalau sudah seperti tadi, bukankah itu berlebihan? Seolah kamu terlalu lemah atau tak bisa melakukan semua hal tadi sendirian. Padahal kamu tetap perlu ruang untuk kemandirianmu hidup dan berkembang. Karena khawatirnya kamu ketergantungan, dan itu bisa membuat hubungan cepat membosankan.

Ingat yang perlu diperhatikan bukan hanya pasanganmu. Dirimu sendiri pun perlu diperhatikan. Kamu tak bisa selalu mengiyakan maunya pasangan. Kamu tak bisa selalu ada untuknya. Sebab kamu pun perlu punya waktu untuk menyendiri, bukan demi menenangkan diri, tapi bisa untuk instirahat atau sekadar memanjakan diri dengan pergi ke salon untuk perawatan. Kan tak ada salahnya kalau itu bisa membuat dirimu lebih rileks.

Jangan sampai pasanganmu seenaknya mengakses media sosialmu, membuka-buka ponselmu mulai dari chat sampai email dicek satu persatu. Bukankan hal seperti itu sudah cukup meresahkan? Seolah dia menaruh curiga. Sementara kamu sendiri tak pernah berbuat macam-macam.

“Aku nggak suka kalau kamu lanjut S2, apalagi sampai ke luar negeri segala.”

Jadi memang harusnya pasangan, cinta atau apapun dalam hubungan tak membuatmu merelakan hal-hal yang penting dihidupmu. Harusnya pasanganmu tahu kalau hal itu perlu terus dijaga, dibangun, diusahakan, dan dijadikan prioritas. Karena pengorbanan bukan untuk menghilangkan jati dirimu.

Label sebagai pasangan seringkali membuat seseorang merasa saling memiliki seutuhnya. Sampai akhirnya muncul pandangan “milikku adalah milikmu” — kamu tak patut merahasiakan apapun dari pasangan. Sementara pengorbanan mengatasnamakan cinta pun jadi makin pelik. Kalau ada hal yang tak pasangan sukai, kamu harus merelakannya. Dengan kata lain kamu memang dituntut untuk selalu mengikuti maunya pasangan.

Kebersamaan kalian memang penting untuk membangun komunikasi. Tapi pacarmu bukan segalanya yang harus selalu ditemani, atau diikuti kemanapun dirinya pergi. Kamu masih punya ayah, ibu, adik, kakak bahkan teman yang diam-diam pun ingin punya waktu untuk bisa bersama untuk sekadar berbicang, misalnya.

Siapa yang sangka kalau pasanganmu yang sekarang ini sering insecure berlebihan. Kamu pergi kerja atau belanja sendiri dia sudah seperti orang kebakaran jenggot. Nggak cuma sebentar-sebentar tanya, “kamu sudah di mana?” Tapi kadang memaksakan diri untuk bisa mengantar dan menjemputmu. Persoalan sepele seperti membereskan isi laptopmu saja dia sering kali bersikeras untuk mengejakannya.

Padahal sedekat atau seserius apapun hubungan, berkorban demi cinta tak harus dalam semua hal. Pengorbanan pun perlu dilakukan bersama, bukan cuma kamu saja yang berjuang. Ada hal-hal yang sebaiknya harus tetap dipertahankan untuk dimiliki sendiri. Hal-hal yang kalau kamu relakan justru membuatmu kehilangan jati diri. Hal-hal yang kalau direlakan sekarang, kelak bisa saja kamu sesali. Karena dari hal-hal ini juga kedewasaan dan kesuksesan hubungan bisa diukur sampai sejauh mananya.