Foreign betting platforms_Baccarat Cash Network_Sports online_Sabah Sports Official Website

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Bookmakerwebsite

Bagaimana mau punya rumah lebih dari satu, duitnya udah pasti disumbangkan buat kebutuhan kita semua. Punya rumah satu, itu pun isinya cuma ada satu kamar, dan pasti nggak bisa nyewa jasa homecare buat merawat mereka jika harus terpaksa isolasi mandiri. Itulah kenapa para pejabat kita butuh fasilitas hotel bintang 3 agar segera sembuh.

Kalau begini konsepnya sih sebenarnya nggak cuma anggota dewan aja yang punya mobilitas tinggi. Lihat deh, pedagang keliling itu kalau nggak muter-muter apa namanya dong? Paginya ada di kompleks A, siangan dikit menuju kompleks B, menuju sore muter lagi ke kompleks sebelah, begitu terus setiap hari. Memangnya ada urgensi tersendiri yang bikin anggota dewan harus diisolasi mandiri di hotel bintang 3 gitu?

Ilustrasi meninggal saat isoman / Credit: Gatra

Untuk ngeyem-yemi dan berusaha nggak bikin tensi masyarakat mendadak tinggi, kebijakan yang dilakukan negara untuk memfasilitasi para pejabat di hotel bintang 3 jika mau melakukan isolasi mandiri ini mengambil dana dari anggaran yang lagi ‘nganggur’. Adapun anggaran nganggur itu seperti misalnya dana untuk kunjungan keluar negeri atau anggaran kegiatan seminar. Nantinya, negara akan menggeser dari dana-dana itu dan sifatnya adalah kontingensi, nggak dianggarkan secara utuh, tapi kalau dibutuhkan akan segera direvisi.

Menurut kabar di berbagai macam pemberitaan media massa, fasilitas isoman alias isolasi mandiri tersebut diberikan karena para anggota DPR memiliki mobilitas tinggi di daerah pemilihan mereka. Selain itu, fasilitas isolasi sebelumnya di wilayah Kalibata, Jakarta Selatan sempat mendapat komplain karena berpotensi menularkan ke penghuni kompleks parlemen lainnya.

Apa pun itu, yuk, kita doakan agar para pejabat di luar sana disehatkan, kalau memang nggak sakit fisik pun semoga disehatkan akalnya~

Ilustrasi anggota dewan / Credit: DPR.go.id

Secara logika, seharusnya dana-dana nganggur tadi juga bisa dipakai untuk dialokasikan kepada masyarakat luas yang terdampak lo. Dibelanjakan obat-obatan, bikin rumah sakit darurat, percepat proses vaksinasi, atau apa pun itu yang sifatnya membantu deh. Apa para pejabat ini nggak lihat kalau di luar sana banyak masyarakat yang satu per satu tumbang saat isolasi mandiri di rumahnya masing-masing?

Beberapa waktu lalu, publik sempat dibikin geger dengan munculnya pernyataan Wasekjen PAN yang mengusulkan untuk mendirikan RS khusus bagi pejabat yang terkena Covid-19. Di tengah karut-marut penanganan pandemi, tentu hal tersebut menjadi lelucon tersendiri bagi masyarakat luas. Rupanya nggak sampai di situ aja, orang-orang yang duduk di pemerintahan memberi rakyatnya kejutan lagi. Belakangan, viral kabar tentang kebijakan negara yang akan membiayai anggota DPR yang terkena Covid-19 untuk melakukan isolasi mandiri.

Mau bagaimanapun langkah yang diambil negara, rasa-rasanya kok kita berdosa banget kalau terus-terusan punya pikiran yang aneh-aneh. Oleh sebab itu, coba kita sejenak berpikir positif meski rasanya memang sulit sekali. Siapa tahu jika ternyata para pejabat itu saking loyalnya akan pengabdian kepada masyarakat, mereka nggak punya rumah lebih dari satu.

Apa nggak terketuk hatinya kalau lihat begini? / credit: Jakarta Bisnis