Football early_Baccarat Banker_Indonesia Lottery Loopholes_Online Baccarat_Online Baccarat Sports

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Bookmakerwebsite

JSports onlSports onlineineadi ibu-ibu yang masih sibuSports onlineSports onlinek momong anak bayi atau balita itu nggak mudah lho, bisa jadi si ibu dandannya buru-buru atau memang baru kesampaian bisa dandan kece. Selama yang punya muka happy, komentar dalam hati saja lah nggak perlu sampai ikutan sotoy komentar di media sosial atau nyeplos langsung.

Tindakan ‘mempermalukan ibu lain’ tersebut bisa mengarah pada mom-shaming, aksi bullying yang sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan kita. Dilansir dari tempo.com, perilaku mom-shaming yang kini kian marak terjadi di kalangan ibu-ibu bisa terjadi karena beberapa faktor pemicu seperti merasa bosan, marah, cemburu, repot, terlalu letih, kehilangan jati diri, dan haus pengakuan.

Kamu mungkin nggak tahu seberapa keras perjuangan sang ibu untuk memberi makan anaknya. Daripada komentar begitu, lebih baik bahas hal lain saja deh. Kecuali kalau sang ibu bertanya saran sama kamu, baru deh boleh komentar.

Urusan memberi anaknya makanan apa, selama itu sehat dan halal kayaknya kamu nggak perlu ikut campur atau komentar bisa membuat si ibu down. Ya, semua juga tahu kalau ASI eksklusif itu lebih baik dan lebih ekonomis, tapi bisa jadi karena sesuatu dan lain hal si ibu kesulitan memberikan ASI sendiri.

Rambut lebat diturunkan dari genetik, bukan dari masalah cukur rambut atau nggak. Jadi urusan si orangtua mencukur rambut bayinya atau nggak mending kita nggak usah ikut campur deh.

Setiap anak punya milestone yang berbeda-beda. Selama dalam batas usia yang wajar, lebih bijaksana kalau kita nggak singgung-singgung tentang perkembangan anak lain tanpa ditanya. Apalagi sampai cerita tentang kelebihan-kelebihan anak kita yang seumuran bayi teman atau orang, wah itu sih bisa bikin jengkel orang~

Biarlah ini jadi keputusan orangtuanya saja ya via pregnant.sg

Apa salahnya sih mendapatkan bantuan saat kamu bisa mendapatkannya? Jadi ibu itu nggak mudah, dan sebisa mungkin ya mendapat bantuan biar si ibu nggak stres. Bisa jadi si ibu punya pekerjaan lain atau kewalahan mengurus bayinya sendirian sambil beres-beres rumah sendirian. Nggak perlu dikomentarin, toh yang ngegaji bukan kamu ‘kan?

Seandainya kerja sambil mmomong anak bisa ‘seindah’ ini ya via www.rd.com

Dengan memberikan ‘saran’ atau kritikan terhadap ibu lain,  si ibu yang melakukan mom shaming merasa dirinya bakal diakui sebagai ibu yang lebih hebat. Padahal nih menurut Jane Bolton, Psy.D., MFT, dalam tulisannya di Psychology Today, “What We Get Wrong about Shame (Yang Kita Salah Artikan tentang Rasa Malu), rasa malu yang ditimbulkan dari mom shaming itu sangat menyakitkan lho, bahkan lebih sakit daripada malu biasa! Agar kamu nggak melakukan hal ini juga, cek nih 8 komentar mom shaming yang sebaiknya kamu hindari!

Ingat, pola asuh atau urusan rumah tangga orang sama sekali bukan urusan kita. Meskipun mereka membagikannya di media sosial, bukan berarti kamu bisa bebas komentar apalagi memberikan komentar yang bernada negatif atau menggurui tentang orang lain.  Daripada melakukan tindakan mom shaming, lebih baik saling  menawarkan bantuan dan mendukung deh, ‘kan lebih berfaedah!

Cara menggendong yang baik dan benar dulu dan sekarang berbeda. Mungkin si ibu punya referensi lain yang bisa jadi kamu belum tahu. Daripada komentar negatif, mending tanya saja teknik menggendong anak apa yang dilakukannya.

Sering nggak sih kamu mengalami saat sedang asyik scrolling di media sosial terus menemukan akun ibu-ibu yang ramai diserang para pengikutnya, lantaran apa yang diunggah dianggap nggak sesuai dan nggak pantas dilakukan? Atau jangan-jangan kamu salah satu yang suka ikutan komen pedas dengan dalih ‘kasih saran’ atau ‘mengingatkan’? Bahkan di kehidupan nyata, ada yang suka iseng nyeletuk soal gaya pengasuhan ibu A atau ibu B.

Kita nggak pernah akan bisa mengerti pergumulan ibu yang terpaksa bekerja meninggalkan anak, kalau kamu berada di posisi tersebut. Jadi daripada memberikan tatapan atau komentar negatif, lebih baik berikan dukungan moral yang positif.

Nggak perlu ngasih komen yang bisa buat orang jadi tertekan dan gelisah~ via www.pexels.com