Fakta Letusan Gunung Krakatau「Indonesia Lottery Official Version Download」

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Bookmakerwebsite

GIndonesiIndonesia Lottery Official Version Downloada Lottery Official Version DownloaduIndIndonesia Lottery Official Version Downloadonesia LoIndonesia Lottery Official Version Downloadttery Official Version Downloadnung tersebut berupa kerucut yang menjulang setinggi 2.000 meter di atas permukaan laut, membentuk pulaunya sendiri.

Euforia tersebut dihentikan secara paksa pada tanggal 26 dan 27 Agustus 1883 karena letusan kolosal Krakatau. Letusan tersebut di rasakan seluruh dunia, menjadikannya letusan terbesar sepanjang sejarah modern manusia.

Pertemuan tersebut membuat arisan gunung berapi aktif, sehingga disebut dengan cincin api. Salah satu gunung berapi Indonesia yang terkenal adalah Gunung Krakatau.

Dilansir dari History, gunung Krakatau menunjukkan keaktifannya pada 20 mei 1883. Gemuruh pertama tersebut dilaporkan oleh Kapten Elizabeth (kapten kapal perang Jerman) yang melihat awan abu setinggi 9,6 kilometer di atas Krakatau.

Partikel tersebut membuat bumi gelap, menciptakan ilusi Matahari terbenam di benua Amerika dan Eropa. Menutupi bumi dari sinar Matahari sehingga suhu bumi global turun drastis sekitar 1,2 derajat lebih dingin selama lima tahun setelahnya.

Dilansir dari Natural History Museum, letusan Krakatau melepaskan belerang dioksida dan partikel vulkanik berukuran lebih kecil dari satu mikron ke udara.

Verikut beberapa fakta menarik mengenai letusan Gunung Krakatau, yaitu:

KOMPAS.com – Indonesia berada dalam ring of fire atau cincin api tempat bertemunya lempeng benua dengan lempeng samudra.

Baca juga: 10 Gunung Tertinggi di Indonesia

Hal tersebut membangkitkan rasa takut masyarakat, terutama yang pernah merasakan dahsyatnya ledakan Krakatau.

Saking dahsyatnya ledakan tersebut, gunung Krakatau sendiri runtuh ke laut hingga bagian barat laut pada pulau tersebut menghilang. Gunung runtuh menjadi cekungan berupa kaldera karena telah memuntahkan seluruh isinya.

Dikutip dari Encyclopedia Britannica (2015), Krakatau terletak di sepanjang pertemuan lempeng tektonik India-Australia dan Eurasia, merupakan zona aktivitas seismik yang tinggi.

Ledakan gunung Krakatau dan Tsunami yang disebabkannya membunuh sekitar 36 ribu jiwa. Menjadi letusan gunung berapi paling mematikan kedua setelah letusan Gunung Tambora.

Berdasarkan situs Live Science, letusan tersebut diberi peringkat 6 pada indeks ledakan vulkanik dan diperkirakan memiliki kekuatan ledakan sebesar 200 megaton TNT.

Masyarakat menyambut keaktifan Krakatau dengan suka ria, menaiki kapal-kapal komersil untuk melihat awan abu dan merasakan gemuruh dari dekat. Mereka tidak menyadari bencana mengerikan apa yang terjadi apa yang akan terjadi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Setelah Krakatau runtuh menjadi kaldera, masyarakat menyangka tidak ada lagi gunung berapi di sana. Namun kemudian muncul kolom uap dan letusan kecil dari kaldera tersebut sekitar tahun 1927.

Krakatau merupakan pulau di tengah laut, sehingga ledakannya memicu pergerakkan kolom air. Ledakannya menciptakan gelombang kejut, menaikkan kolom air setinggi 120 kaki dan menciptakan tsunami besar.

Padahal, bom Hiroshima saja sudah memiliki kekuatan 20 kiloton. Berarti ledakan Krakatau tiga belas ribu kali lebih kuat daripada bom yang meluluhlantakan Hiroshima.

Empat ledakan dahsyat terdengar hingga Perth, Australia sekitar 4.500 kilometer jauhnya. Ledakan terakhir merupakan suara paling keras yang tercatat dalam sejarah modern manusa, mengejutkan banyak orang.

Tidak berhenti sampai disitu, dari kaldera tersebut terbentuk gunung yang baru. Itu adalah gunung berapi yang tak kalah aktif dari Krakatau purba dan dinamai dengan gunung Anak Krakatau.

Baca juga: Pulau Manakah di Indonesia yang Tidak Memiliki Gunung Api?

11 mil kubik partikel vulkanik tersebut menutupi atmosfer, menyerap panjang gelombang cahaya Matahari. Membuat Matahari tidak terlihat selama tiga hari.

Tsunami meluluhlantakkan seratus enam puluh lima desa pesisir, menyapu bersih kapal dan pulau-pulau disekitarnya.

Baca juga: Enam Letusan Dahsyat Gunung Berapi di Indonesia